Melihat realitas yang terjadi, khususnya di kalangan perguruan tinggi, mayoritas mahasiswa masih belum mampu memahami identitas sosialnya. Yakni, sebagai generasi dengan sikap progresif dan militansi cukup signifikan untuk mendorong perubahan masyarakat.
Kebanyakan mahasiswa hanya sibuk dengan tugas yang diberikan oleh dosen. Mereka jarang terlibat kegiatan-kegiatan di masyarakat, sehingga tidak mengerti perkembangan di masyarakat itu sendiri.
Mahasiswa harus mampu menyeimbangkan diri terhadap kondisi sosial masyarakat, sehingga kegiatan di kampus tidak semata-mata kuliah dan kemudian pulang mengerjakan tugas-tugas yang diberikan dosen. Di balik itu semua, mahasiswa mempunyai tugas dan peran yang penting dalam masyarakat, terutama untuk kemajuan negara Indonesia.
Fakta yang terjadi di kalangan mahasiswa sekarang sangat berlawanan dengan pandangan masyarakat pada umumnya, tidak memiliki harkat dan martabat tinggi. Karena masih banyak lulusan mahasiswa yang sulit mencari kerja dan bertindak anarkis yang kurang mencermikan agen perubahan.
Pembangunan idealisme akan kesadaran kritis bukanlah yang bersifat progresif terhadap realitas. Peran mahasiswa sebagai kaum intelektual sudah terdegradasi. Padahal mahasiswa adalah harapan rakyat sebagai regenerasi muda bangsa Indonesia. Akan tetapi, apa yang diinginkan oleh mahasiswa tidak sejalan dengan keinginan rakyat, bahkan rakyat menilai jika mahasiswa itu hanya bisa bertindak anarkis saja.
Sebagian besar mahasiswa di era sekarang ini, hanya mengejar gelar. Mahasiswa seakan-akan tidak peduli dengan segala kebutuhan masyarakat tehadap pemerintah. Hanya segelintir mahasiswa yang masih mau menyalurkan amanat dari masyarakat dengan cara yang baik.
Selain itu mahasiswa sekarang yang mengalami degradasi, baik dari segi intelektualisme, idealisme, patriotisme, maupun semangat jati diri mereka, cenderung untuk berpikir pragmatis dalam menghadapi persoalan. Hal tersebut terjadi karena pengaruh budaya barat yang tidak terkendali telah meracuni pemuda dan mahasiswa.
Kesimpulannya adalah peran mahasiswa sangat besar, namun mereka kurang sadar akan hal tersebut, sehingga mereka hanya dengan mudahnya menyelesaikan persoalan menggunakan emosi. Lepas dari pandangan buruk tentang mahasiswa, masih banyak mahasiswa yang menggunakan intelektualnya untuk ikut serta membangun masyarakat.
Sumber:
http://kampus.okezone.com/read/2011/06/20/95/470347/mahasiswa-hanya-mengejar-gelar
Blog ini sebenernya dibikin buat menuhin ujian makul Sistem Informasi Manajemen.Awalnya sempet bingung mau ngasih nama buat blog ini.dan akhirnya kepilihlah Dudul.com Pilih Dudul karena memang temen temen biasa panggil aku "Dudul".Jadinya ngepasin aja biar gampang.Blog ini isinya tentang edukasi.Sesuai kaya yang ditentuin sama Pak Ahmad Nurkhin(dosen SIM-ku).Memang ngga semuanya tulisanku.Tapi kalo yang aku unduh pasti aku kasih sumbernya ko,:)
Selamat Datang di Dudul.com
Selamat Membaca dan Semoga Bermanfaat,^^
Jumat, 01 Juli 2011
PTN atau PTS, yang Penting Pemikirannya
DEWASA ini Perguruan Tinggi Negeri (PTN) menjadi tujuan utama para lulusan sekolah menengah atas (SMA). Menurut mereka, PTN dianggap memiliki peluang besar dalam dunia kerja di masa depan. Namun, tak jarang pula, banyak di antara para lulusan SMA ini memilih Perguruan Tinggi Swasta (PTS), dikarenakan sulitnya berkompetisi mendapatkan kursi PTN, ada juga yang merasa minder.
Yang menjadi pertanyaan kita sekarang adalah, apakah dengan masuknya seseorang ke dalam PTN maupun PTS akan membuat dia handal serta memiliki kualitas dan kemampuan yang baik secara intelektual maupun keterampilannya, sehingga mampu meraih prestasi dalam dunia kerja kelak?
Sebenarnya, bagus tidaknya kualitas seseorang, khususnya mahasiswa, bukan dipengaruhi oleh PTN ataupun PTS yang ada. Karena, yang menjadikan seseorang itu berkuliatas atau tidak adalah pemikirannya. Seseorang yang mampu berpikir maju, kemudian mampu pula menyesuaikan antara pemikirannya itu dengan kemampuan dasar yang dia miliki. Dengan begitu, dia akan menciptakan kemampuan yang berkualitas
Kemampuan seperti ini tidak mungkin ada di dalam kurukulum perkuliahan. Jadi, walaupun dia masuk ke dalam PTS yang tidak terkenal sekalipun, namun jika seseorang memiliki pemikiran yang berkualitas, maju, dan mampu untuk menjadikan dirinya lebih baik, maka tak sulit baginya untuk meraih prestasi dalam dunia kerja.
Memang benar apabila kita berpikir untuk meraih prestasi kerja di berbagai perusahaan. Tak jarang, perusahaan lebih mendahulukan lulusan-lulusan PTN daripada PTS. Tidak sedikit pula yang lebih mendahulukan keterampilan dan kemampuan. Tetapi perlu kita renungkan bahwa keterampilan berpikirlah yang kelak akan menjadikan seseorang mampu untuk mendapatkan prestasi kerja, bahkan kemampuan berpikir maju dapat menciptakan pekerjaan baru.
Pilihan Tepat
SNMPTN memiliki peranan penting bagi PTN dalam memilih bibit-bibit unggul yang tentunya kelak dapat memiliki peranan besar dalam dunia kerja. Meski begitu, masih banyak jalan lain untuk masuk ke berbagai PTN di Indonesia.
Silahkan pilih perguruan tinggi yang disukai, baik itu PTN ataupun PTS. Tetapi yang perlu dirasa dan diperhatikan oleh para calon mahasiswa adalah memilih jurusan yang tepat. Ketika akan memilih jurusan kuliah, hendaknya para calon mahasiswa memperhatikan dua hal berikut; pertama, pilihlah jurusan yang sesuai kehendak hati. Ini penting, mengingat banyak sekali calon mahasiswa yang memilih bukan berdasarkan kehendak mereka. Jika ini terjadi, bukan tidak mungkin perkuliahan mereka nantinya terganggu.
Kedua, pilih jurusan sesuai dengan kemampuan dasar yang dimiliki. Sebab, jurusan yang sesuai dengan kemampuan dasar seseorang akan menciptakan keseimbangan. Kuliah pun akan lebih nyaman.
Sebaliknya, apabila yang dipilih tidak sesuai dengan kemampuan dasar, maka akan menyebabkan ketidaknyamanan dalam perkuliahan. Jika ini terjadi, kuliah pun hanya akan menjadi kewajiban. Akibatnya, ilmu yang didapat tidak akan maksimal, hal-hal seperti inilah yang mempersulit lulusan perguruan tinggi di dunia kerja.
Pergunakanlah fasilitas yang ada untuk masuk ke perguruan tinggi, baik itu SMPTN, PMB, dan lain sebagainya. Serta pilihlah penjurusan yang sesuai dengan kehendak dan kemapuan dasar yang dimiliki, sehingga perkuliahan yang dilakukan akan menciptakan lulusan-lulusan yang berkualitas dengan pemikiran maju. PTN atau PTS tidak masalah, yang penting pemikirannya.
Yang menjadi pertanyaan kita sekarang adalah, apakah dengan masuknya seseorang ke dalam PTN maupun PTS akan membuat dia handal serta memiliki kualitas dan kemampuan yang baik secara intelektual maupun keterampilannya, sehingga mampu meraih prestasi dalam dunia kerja kelak?
Sebenarnya, bagus tidaknya kualitas seseorang, khususnya mahasiswa, bukan dipengaruhi oleh PTN ataupun PTS yang ada. Karena, yang menjadikan seseorang itu berkuliatas atau tidak adalah pemikirannya. Seseorang yang mampu berpikir maju, kemudian mampu pula menyesuaikan antara pemikirannya itu dengan kemampuan dasar yang dia miliki. Dengan begitu, dia akan menciptakan kemampuan yang berkualitas
Kemampuan seperti ini tidak mungkin ada di dalam kurukulum perkuliahan. Jadi, walaupun dia masuk ke dalam PTS yang tidak terkenal sekalipun, namun jika seseorang memiliki pemikiran yang berkualitas, maju, dan mampu untuk menjadikan dirinya lebih baik, maka tak sulit baginya untuk meraih prestasi dalam dunia kerja.
Memang benar apabila kita berpikir untuk meraih prestasi kerja di berbagai perusahaan. Tak jarang, perusahaan lebih mendahulukan lulusan-lulusan PTN daripada PTS. Tidak sedikit pula yang lebih mendahulukan keterampilan dan kemampuan. Tetapi perlu kita renungkan bahwa keterampilan berpikirlah yang kelak akan menjadikan seseorang mampu untuk mendapatkan prestasi kerja, bahkan kemampuan berpikir maju dapat menciptakan pekerjaan baru.
Pilihan Tepat
SNMPTN memiliki peranan penting bagi PTN dalam memilih bibit-bibit unggul yang tentunya kelak dapat memiliki peranan besar dalam dunia kerja. Meski begitu, masih banyak jalan lain untuk masuk ke berbagai PTN di Indonesia.
Silahkan pilih perguruan tinggi yang disukai, baik itu PTN ataupun PTS. Tetapi yang perlu dirasa dan diperhatikan oleh para calon mahasiswa adalah memilih jurusan yang tepat. Ketika akan memilih jurusan kuliah, hendaknya para calon mahasiswa memperhatikan dua hal berikut; pertama, pilihlah jurusan yang sesuai kehendak hati. Ini penting, mengingat banyak sekali calon mahasiswa yang memilih bukan berdasarkan kehendak mereka. Jika ini terjadi, bukan tidak mungkin perkuliahan mereka nantinya terganggu.
Kedua, pilih jurusan sesuai dengan kemampuan dasar yang dimiliki. Sebab, jurusan yang sesuai dengan kemampuan dasar seseorang akan menciptakan keseimbangan. Kuliah pun akan lebih nyaman.
Sebaliknya, apabila yang dipilih tidak sesuai dengan kemampuan dasar, maka akan menyebabkan ketidaknyamanan dalam perkuliahan. Jika ini terjadi, kuliah pun hanya akan menjadi kewajiban. Akibatnya, ilmu yang didapat tidak akan maksimal, hal-hal seperti inilah yang mempersulit lulusan perguruan tinggi di dunia kerja.
Pergunakanlah fasilitas yang ada untuk masuk ke perguruan tinggi, baik itu SMPTN, PMB, dan lain sebagainya. Serta pilihlah penjurusan yang sesuai dengan kehendak dan kemapuan dasar yang dimiliki, sehingga perkuliahan yang dilakukan akan menciptakan lulusan-lulusan yang berkualitas dengan pemikiran maju. PTN atau PTS tidak masalah, yang penting pemikirannya.
Sumber:
http://kampus.okezone.com/read/2011/07/01/367/474682/ptn-atau-pts-yang-penting-pemikirannya
Langganan:
Postingan (Atom)