Selamat Datang di Dudul.com

Selamat Membaca dan Semoga Bermanfaat,^^

Jumat, 01 Juli 2011

Lolos SNMPTN, Peserta Bayar Nazar

Berhasil lolos Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) 2011 bukan merupakan hal mudah, mengingat begitu tingginya tingkat persaingan di antara para pelajar dari penjuru Nusantara. Keberhasilan menembus lubang jarum tersebut pun menimbulkan rasa bangga tersendiri bagi peserta.
Hal ini yang tengah dirasakan Tasha, karena mendapati namanya terdaftar sebagai salah satu peserta yang berhasil menembus SNMPTN. Siswi lulusan SMA Pembangunan Jaya, Bintaro, ini mengaku sangat senang karena berhasil menembus SNMPTN.

“Alhamdulillah saya diterima di Teknologi Pangan Institut Pertanian Bogor (IPB). Itu pilihan pertama saya,” kata Tasha ketika dihubungi okezone, Kamis (30/6/2011).

Sebagai bentuk rasa syukurnya karena telah lolos SNMPTN, Tasha berencana mengadakan syukuran dengan mengundang sejumlah anak yatim. “Dari awal memang berniat mengundang anak yatim kalau lolos SNMPTN. Sekarang saatnya bayar nazar,” ujar gadis ramah ini.

Hal serupa juga diungkapkan peserta SNMPTN lainnya yang berhasil lolos seleksi. “Saya punya nazar mau umroh kalau lolos SNMPTN,” ujar Bagus.

Dia diterima sebagai mahasiswa fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya (UB), Malang. Rasa senang ternyata tidak hanya dialami Bagus, tapi juga kedua orangtuannya. “Orangtua saya juga ikut senang dan bangga, tapi sekarang jadi bingung untuk memikirkan tempat kos dan sebagainya,” ujar Bagus sambil tertawa.

Hasil SNMPTN 2011 telah diumumkan sejak tadi malam mulai pukul 19.00 WIB melalui beberapa situs yang disediakan serta sejumlah media cetak terbitan pagi ini. Dari 540.953 peserta SNMPTN, 118.233 di antaranya dinyatakan berhak masuk ke 60 PTN di Indonesia.

Sumber:
http://kampus.okezone.com/read/2011/06/30/373/474245/lolos-snmptn-peserta-bayar-nazar

Lolos dari Lubang Jarum

Ratusan ribu peserta Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) 2011 mengecek hasil ujian mereka. Dari total 540.943 peserta ujian tulis SNMPTN, 118.233 di antaranya dinyatakan lulus. Ibarat seleksi lubang jarum, SNMPTN menyaring hanya sekira 21 persen calon mahasiswa yang berhak menempuh pendidikan di 60 kampus perguruan tinggi negeri (PTN) di seluruh Indonesia.

Para mahasiswa baru ini akan belajar di ratusan program studi (prodi) yang ditawarkan kampus-kampus tersebut. Dari jumlah yang lulus itu, 56.856 di antaranya mengambil prodi pada kelompok Ilmu Pengetahuan Alam (IPA), dan 61.377 meminati jurusan di kelompok Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS).

Ke-60 kampus menyediakan daya tampung 119.041 kursi. Ini berarti, ada 808 bangku kosong. Meski jumlah tersebut jauh menurun dibandingkan tahun lalu, yang mencapai sekira 4.000 bangku kosong, fakta ini menunjukkan masih ada anggapan prodi tertentu favorit dan lebih baik dari prodi lainnya.

Selain itu, tahun ini, ada sekira 150 ribu siswa cerdas yang tidak berhasil lulus SNMPTN. Mereka meraih nilai tinggi pada ujian tulis SNMPTN akhir Mei lalu. Namun, karena pilihan prodi mereka mengikuti persepsi jurusan populer dan populer tadi, impian duduk di bangku PTN idaman pun pupus.

Mereka yang tidak lulus dan masih meminati PTN bisa menempuh ujian mandiri yang diselenggarakan berbagai kampus negeri usai pelaksanaan SNMPTN. Ada juga yang memilih menunggu sembari kembali mengikuti bimbingan intensif untuk mempersiapkan diri sebagai peserta SNMPTN tahun depan. Namun, tidak sedikit pula yang menjatuhkan pilihan pada perguruan tinggi swasta (PTS), mengingat kualitas PTN dan PTS saat ini tidak jauh berbeda.

Kebahagiaan yang dirasakan para lulusan SNMPTN sebaiknya tidak lantas berlarut dalam euforia. Begitu pula mereka yang tidak lulus. Kekecewaan sebaiknya tidak melarutkan semangat untuk menempuh pendidikan pada jenjang lebih tinggi. Kini, saatnya menyusun rencana dan meraih cita-cita. Selamat !